I.
Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang
Pengembangan pertanian harus dilakukan
melalui pendekatan agribisnis secara keseluruhan. Agribisnis yang didalamnya
terdapat subsistem usaha yang saling terkait, saling tergantung dan saling
berpengaruh mulai dari subsistem hulu, usahatani, subsistem hilir dan jasa
penunjang. Semua subsistem tersebut harus dikembangkan secara bersama dan
seimbang untuk menghasilkan berbagai produk pertanian yang memiliki nilai
tambah dan daya saing yang tinggi, baik dipasar domestik maupun pasar
internasional. Agroindustri merupakan salah satu subsistem agribisnis yang
strategis, dimana dari pengembangannya diharapkan terjadi peningkatan nilai
tambah hasil pertanian melalui pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan
teknologi pengolahan. Agroindustri dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk
meningkatkan pendapatan dan peningkatan kapasitas produksi berbagai pengolahan
hasil pertanian.
Pohon
aren atau enau (arenga pinnata) merupakan pohon yang banyak menghasilkan
bahan-bahan industri yang sudah lama dikenal. Hampir semua bagian atau produk
dari tanaman ini dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Salah satu
produk pengolahan yang berasal dari pohon aren yaitu air nira yang diolah
menjadi gula aren (gula merah).
Desa
Kertagennah merupakan salah satu daerah di Kabupaten Pamekasan yang memiliki
potensi dalam pengembangan usaha gula aren. Kapasitas produksi gula aren yang
dihasilkan untuk nira aren
sebanyak 40-45 liter mampu menghasilkan 5 Kg.
Desa Kertagennah merupakan salah satu desa di Kecamatan Kadur yang sebagian
penduduknya bermata pencaharian tetap sebagai pengusaha gula aren yang bersifat
home industri. Dalam memproduksi gula aren di Desa Kertagennah, pengusaha masih
menggunakan teknologi yang sederhana. Produksi gula aren yang dihasilkan dengan
mempergunakan sumberdaya yang dimiliki oleh pengusaha untuk memperoleh
keuntungan.
1.2.
Rumusan Masalah
1.
Apakah usaha agroindustri
gula aren menguntungkan ?
2.
Apakah usaha agroindustri
gula aren layak untuk dilakukan ?
1.3. Tujuan
1.
Untuk mengetahui apakah
agroindustri gula aren menguntungkan.
2.
Untuk mengetahui apakah
agroindustri gula aren layak untuk dilakukan.
II.
Tinjauan
Pustaka
Tanaman aren adalah tanaman
perkebunan yang sangat mudah beradaptasi baik pada berbagai agroklimat,
mulai dari dataran rendah sehingga 1400 m di atas permukaan laut
(Effendi, 2009; Ditjen Perkebunan, 2004). Pengusahaan tanaman aren
sebagian besar diusahakan oleh petani dan belum diusahakan dalam skala
besar, karena pengelolaan tanaman belum menerapkan teknik budidaya
yang baik menyebabkan produktivitas pertanaman rendah.
Saat ini produk utama tanaman aren
adalah nira hasil penyadapan dari bunga jantan yang dijadikan gula
aren maupun minuman ringan, cuka dan alkohol
(Akuba, 2004; Rindengan dan Manaroinsong, 2009). Selain itu tanaman aren
dapat menghasilkan produk makanan seperti : kolang kaling dari buah
betina yang sudah masak dan tepung aren untuk bahan makanan dalam
bentuk kue, roti dan biskuit yang berasal dari pengolahan bagian
empelur batang tanaman (Alam dan Baco, 2004. Maliangkay et al., 2004).
Tanaman ini memberikan produksi
nira yang layak diusahakan dengan input rendah dan sangat cocok
untuk tujuan konservasi air dan tanah. Di samping itu, tanaman aren
menghasilkan biomas di atas tanah dan dalam tanah yang sangat besar
sehingga berperan penting dalam siklus CO2 (Syakir dan Effendi, 2010).
Gula
merah atau biasa disebut dengan gula jawa merupakan
kebutuhan pokok manusia (terbuat dari nira tanaman aren) yang selalu mengalami
perubahan yang cenderung meningkat. Peningkatan tersebut terjadi seiring
meningkatnya pendapatan penduduk, jumlah penduduk serta semakin banyak industri
pangan yang menggunakan gula merah sebagai bahan
bakunya.
2.1. Landasan Teori
Agroindustri
merupakan salah satu subsistem agribisnis yang strategis, dimana dari
pengembangannya diharapkan terjadi peningkatan nilai tambah hasil pertanian
melalui pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan teknologi pengolahan.
Agroindustri dapat dipandang sebagai langkah awal menuju industrialisasi dengan tujuan untuk
meningkatkan pendapatan dan peningkatan kapasitas produksi berbagai pengolahan
hasil pertanian.
Produksi
merupakan suatu kegiatan atau proses yang mengubah faktor-faktor produksi
menjadi produk. Tingkat produksi suatu tanaman ditentukan oleh tingkat
penggunaan faktor-faktor produksi yang terdiri dari sumber daya alam, tenaga
kerja, modal dan pengelolaan. Faktor-faktor sumber daya alam biasanya tanah
sedangkan modal adalah semua milik usahatani yang mempunyai nilai uang yang
digunakan untuk melaksanakan usaha (Hadisapoetra, 1973).
Persoalan
yang sering dihadapi dalam ekonomi pertanian adalah persolaan pembiayaan.
Dengan kata lain, petani tidak dapat meingkatkan produksinya karena kurang
biaya (Mubyarto, 1989).
Analisis
finansial lebih menekankan pada aspek ‘input output’ pada penerimaan dan
pengeluaran yang sebenarnya. Dengan demikian pada pada analisis ini, variabel
yang digunakan adalah data harga real. Analisis finansial penting untuk
mengetahui posisi proyek atau usaha pada tahun-tahun tertentu, apakah usaha
dalam keadaan defisit atau dalam keadaan yang menguntungkan (Gray, 2002).
2.2. Penelitian Terdahulu
Heriyanto
Manalu, 2007 dalam penelitian tentang “Analisis Finansial Usahatani Wortel”
menjelaskan bahwa usahatani wortel menguntungkan dengan rata-rata pendapatan
petani per musim tanam per petani dan per Ha adalah 1,493,036.46 Rp/petani dan
Rp 3,456,262.38/Ha. Serta usahatani wortel layak untuk diusahakan dan
dikembangkan diliat dari nilai B/C 1.60>1, nilai IRR 62.50%>1, dan nilai
NPV 3,252,952.93>0.
2.3.
Kerangka Pemikiran
Petani
dalam mengusahakan usahanya menggunakan beberapa faktor produksi seperti lahan,
peralatan, dan tenaga kerja karena pengembalian biaya akan bergantung dari
keberhasilan usaha yang dikelola. Karakteristik dari petani juga mempengaruhi
dalam usaha seperti umur, pendidikan, dan jumlah tanggungan.
Keuntungan
petani dapat diketahui dengan analisa finansial (TC, TR, π, BEP). Dari analisis
keuntungan disini diliat R/C ratio sehingga terlihat hasilnya apakah usaha ini
layak atau tidak layak untuk diusahakan.
Hipotesis :
1.
Agroindustri gula aren
di Desa Kertagennah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan menguntungkan.
2.
Agroindustri gula aren di
Desa Kertagennah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan layak untuk dilakukan.
III.
Metodologi
Penelitian
3.1. Metode Penentuan Daerah Penelitian
Penentuan
daerah penelitian dilakukan secara purposive
(sengaja) di Desa Kertagennah Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan Madura. Karena
di daerah penelitian merupakan salah satu Desa sentra produksi gula aren di
Pamekasan yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian tetap sebagai petani
gula aren.
3.2. Metode Penentuan
Sample
Metode
penentuan sample dilakukan secara Simple
Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 KK.
3.3.
Metode Pengumpulan Data
Data
yang digunakan dalam penelitian adalah data primer. Data primer diperoleh dari
pengusaha gula aren melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuisioner
yang telah disiapkan. Data yang dibutuhkan adalah umur, pendidikan, jumlah
tanggungan, harga jual, penerimaan (pendapatan), biaya produksi, jumlah
produksi.
3.4.
Metode Analisis Data
Data
yang diperoleh dianalisis, untuk menghitung keuntungan dan kelayakan usaha gula
aren, digunakan rumus sebagai berikut :
1. Untuk
menganalisi biaya produksi, dengan rumus :
TC = TFC + TVC
Dimana
: TC :
Total biaya yang dikeluarkan (Rp)
TFC : Total biaya tetap (Rp)
TVC : Total biaya variabel (Rp)
2. Untuk
menganalisis penerimaan, dengan rumus :
TR
= Py . Y
Dimana : TR :
Total Penerimaan (Rp)
Py :
Harga produk (Rp)
Y :
Jumlah produksi (kg)
3. Untuk
menganalisis keuntungan, dengan rumus :
Keuntungan =
TR – TC
Dimana : π : Keuntungan (Rp)
TR
: Total penerimaan (Rp)
TC
: Total biaya (Rp)
Kriteria pengambilan keputusan :
1. Jika
R/C > 1, maka usaha agroindustri gula aren layak untuk diusahakan.
2. Jika
R/C < 1, maka usaha agroindustri gula aren tidak layak diusahakan.
4. Untuk
menghitung nilai BEP (Break Event Point),
dengan rumus :
BEP
(unit) =
TFC/Py-VC
BEP
(Rp) = TFC/1-TVC/s
Dimana :
TFC :
Total biaya tetap (Rp)
TVC : Total biaya variabel (Rp)
Py : Harga produk (Rp/kg)
VC : Biaya variabel/unit (Rp/kg)
S : Volume penjualan/total penerimaan
(Rp)
permisi mba saya lovia , saya lagi ada tugas ingin membahas tentang analisis finansial gula aren boleh ga mba saya liat lebih lengkap dari punya mba ini , buat contoh dan mau liat daftar pustakanya biar saya tau apa saja buku2 yang harus saya butuhkan terimaksih ya mba
BalasHapus