PENDAHULUAN
Dalam ilmu biologi,
tumbuhan yang
dikenal dengan sebutan Plantae
memiliki kelompok tersendiri. Pengelompokan tumbuhan berdasarkan divisi, kelas,
ordo, famili, genus, species, dan varietas. Hampir semua anggota tumbuhan
bersifat autotrof sehingga menempati posisi
pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan)
dan mendapatkan energi langsung dari cahaya
matahari dengan memanfaatkan
klorofil a dan b sebagai komponen pengubah energi foton menjadi energi kimiawi dalam bentuk
gula melalui proses fotosintesis.
Kandungan pigmen klorofil menjadikan ciri
utama pada tumbuhan sehingga nama lain yang digunakan adalah Viridiplantae
("tetumbuhan hijau") atau Metaphyta.
Kelompok
pangan yang dipilah berdasarkan karakteristik agronomis, dapat ditelusuri
berdasrkan nomenklatur biologi yang meliputi,
1.
Kelompok kacang-kacangan
Contohnya
yaitu kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang bogor, dan lain-lain.
2.
Kelompok ubi-ubian
Contohnya
yaitu singkong, ubi jalar, garut/irut, gadung, uwi.
3.
Kelompok serealia
Beberapa
contohnya yang termasuk kelompok ini adalah padi, gandum, dan jagung. Ketiga
komoditas ini merupakan produk tanaman yang menjadi bahan pangan pokok manusia.
4.
Kelompok buah-buahan
Contohnya
yaitu apel, mangga, anggur, jeruk, pepaya, jambu, dll.
5.
Kelompok hasil ikan
Ikan
dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu ikan air tawar, ikan air payau, dan ikan
air asin atau ikan laut.
6.
Kelompok sayuran
Kelompok
sayuran merupakan kelompok pangan nabati yang bagian tanaman tertentu
dimanfaatkan untuk sayur. Contohnya yaitu kangkung, bayam, wortel, kentang,
kubis, buncis, dll.
7.
Kelompok hasil ternak (daging, susu, dan telur)
Contohnya
yaitu sapi, kambing, ayam, bebek. Dan hasil ternaknya dimanfaatkan dalam bentuk
daging, susu, atau telur.
Makhluk
hidup memiliki morfologi tertentu, begitu juga tumbuhan. Morfologi tumbuhan merupakan
ilmu yang mempelajari secara khusus tentang bentuk-bentuk organ tubuh pada
tumbuhan dan fungsinya. Secara umum, organ tubuh tumbuhan terbagi atas 3 bagian
utama meliputi, akar, batang, dan daun.
PEMBAHASAN
1.
Jagung
Tanaman jagung memiliki nama latin Zea mays L. merupakan tanaman semusim.
Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus
merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan
generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung
umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai
tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas
sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan
(seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
Morfologi jagung ialah akar jagung
tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian
besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar
adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya
tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana
sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang
batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang
beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung
cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna.
Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang
daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang
berambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia
Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur
ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel daun.
Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu
tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku
Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang
glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa
karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas.
Bunga betina tersusun dalam tongkol.
Tongkol jagung tumbuh dari buku, di
antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat
menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina.
Buah Jagung siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari
satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan
jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga
betinanya (protandri).
2.
Mentimun
Mentimun memiliki nama latin cucumis
sativus merupakan suatu jenis tanaman merambat yang buahnya terutama
dimakan sebagai lalap dan sayur. Tanaman ini termasuk dalam anggota suku
labu-labuan. mentimun diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India
Utara. Di negeri itu, mentimun telah ditanam selama 3000 tahun.
Mentimun
dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah, atau di rumah kaca.
Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya
memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur, dan mendapat
sinar matahari penuh dengan drainage yang baik.
Mentimun
mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur
mentimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila
menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur
itu telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan
pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal
sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang
disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.
Batang
tanaman ketimun berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter.
Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan
bentuknya bulat telur lebar. Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk
jantung, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15
cm, dan warnanya hijau.Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan
berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang
ditutupi oleh bulu-bulu. Tanaman ketimun mempunyai buah yang bulat panjang,
tumbuh menggantung, warnanya hijau, berlilin putih dan setelah tua, warnya
kuning kotor. Buah ini panjangnya 10-30 cm dan bagian pangkalnya berbintil.
Daging
buah mentimu mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan. Di
dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan
warnanya putih kotor. Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan
sebagai lalap mentah atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus,
dikukus, atau disayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.
3. Jeruk
Jeruk
atau limau adalah tumbuhan
berbunga termasuk pada anggota marga
Citrus dari suku Rutaceae
(suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon
dengan buah yang berdaging dengan
rasa masam yang segar, meskipun banyak diantara anggotanya yang memiliki rasa
manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi
terkandung pada semua anggotanya.
Tinggi pohon jeruk antara 5-15 meter
dan bercabang, cabang yang masih muda bersudut dan berwarna hijau namun
lama-kelamaan berubah menjadi bulat dan berwarna hijau tua. Tajuk pohon agak
rendah dan tidak beraturan. Batang tanaman kuat, agak bengkok, bergaris tengah
10-30 cm, dan berkulit agak tebal. Kulit bagian luar berwarna coklat
kekuning-kuningan, sedangkan bagian dalamnya berwarna kuning.
Daun jeruk berbentuk bulat telur dan
berukuran besar, dengan bagian puncak atau ujung tumpul dan bagian tepi hampir
rata, serta bagian ujung agak berombak. Letak daun terpencar dengan tangkai
daun bersayap lebar, berwarna hijau kekuning-kuningan, dan berbulu agak asam.
4.
Ikan
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih
diperdebatkan, biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan
sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).
Sirip
punggung, sirip ekor, dan sirip dubur disebut sirip tunggal atau sirip tidak
berpasangan. Sirip dada dan sirip perut disebut sirip berpasangan. Macam-macam
sirip ekor dapat dibedakan berdasarkan bentuk sirip tersebut. Bentuk sirip ekor
ikan ada yang simetris, apabila lembar sirip ekor bagian dorsal sama besar dan
sama bentuk dengan lembar bagian ventral, ada pula bentuk sirip ekor yang
asimetris yaitu bentuk kebalikannya.
Bentuk,
ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan
tersebut. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam, yaitu
sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar, sisik sikloid dan
stenoid merupakan sisik yang kecil, tipis atau ringan hingga sisik
placoid merupakan sisik yang lembut. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau
secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik
yang lembut, sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak
berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe
sisik yang kasar. Sisik sikloid berbentuk bulat, pinggiran sisik halus dan rata
sementara sisik stenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai
pinggiran yang kasar.
Bentuk,
ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan habitat ikan tersebut.
Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal
sedangkan ikan-ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang
terminal. Ikan pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak
dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi
dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk menyaring plankton.
Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut ikan
berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikan-ikan yang memakan
invertebrata kecil mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir
yang panjang. Ikan dengan mangsa berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang
fleksibel.
KESIMPULAN
1.
Jagung,
Akar jagung tergolong akar serabut dengan batang jagung tegak dan mudah terlihat, daunnya adalah
daun sempurna.
2.
Mentimun,
batang tanaman ketimun berbulu
kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter. Daunnya merupakan daun
tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur
lebar. kulit buah yang di bagian luar lebih tebal dan lebih kaku, ruangan buah
selain berisi biji-biji dalam jumlah yang besar masih mempunyai bagian yang
kosong.
3.
Jeruk
mempunyai pohon yang kecil, perdu. Daun hijau abadi dengan tepi rata, tunggal, permukaan
biasanya licin dan agak berminyak.
4.
Ikan,
sirip-sirip pada ikan
umumnya ada yang berpasangan dan ada yang tidak. Sisik ikan mempunyai bentuk
dan ukuran yang beraneka macam, yaitu sisik ganoid merupakan
sisik besar dan kasar, sisik sikloid dan stenoid
merupakan sisik yang kecil, tipis atau ringan hingga sisik placoid
merupakan sisik yang lembut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar