Rabu, 25 Juli 2012

PAPER PRAKTIKUM PENGANTAR TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


PENDAHULUAN
Dalam ilmu biologi, tumbuhan yang dikenal dengan sebutan  Plantae memiliki kelompok tersendiri. Pengelompokan tumbuhan berdasarkan divisi, kelas, ordo, famili, genus, species, dan varietas. Hampir semua anggota tumbuhan bersifat autotrof sehingga menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan) dan mendapatkan energi langsung dari cahaya matahari dengan memanfaatkan klorofil a dan b sebagai komponen pengubah energi  foton menjadi energi kimiawi dalam bentuk gula  melalui proses fotosintesis. Kandungan pigmen klorofil menjadikan ciri  utama pada tumbuhan sehingga nama lain yang digunakan adalah Viridiplantae ("tetumbuhan hijau") atau Metaphyta.
            Kelompok pangan yang dipilah berdasarkan karakteristik agronomis, dapat ditelusuri berdasrkan nomenklatur biologi yang meliputi,
1.      Kelompok kacang-kacangan
Contohnya yaitu kedelai, kacang hijau, kacang merah, kacang bogor, dan lain-lain.
2.      Kelompok ubi-ubian
Contohnya yaitu singkong, ubi jalar, garut/irut, gadung, uwi.
3.      Kelompok serealia
Beberapa contohnya yang termasuk kelompok ini adalah padi, gandum, dan jagung. Ketiga komoditas ini merupakan produk tanaman yang menjadi bahan pangan pokok manusia.
4.      Kelompok buah-buahan
Contohnya yaitu apel, mangga, anggur, jeruk, pepaya, jambu, dll.
5.      Kelompok hasil ikan
Ikan dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu ikan air tawar, ikan air payau, dan ikan air asin atau ikan laut.
6.      Kelompok sayuran
Kelompok sayuran merupakan kelompok pangan nabati yang bagian tanaman tertentu dimanfaatkan untuk sayur. Contohnya yaitu kangkung, bayam, wortel, kentang, kubis, buncis, dll.
7.      Kelompok hasil ternak (daging, susu, dan telur)
Contohnya yaitu sapi, kambing, ayam, bebek. Dan hasil ternaknya dimanfaatkan dalam bentuk daging, susu, atau telur.
Makhluk hidup memiliki morfologi tertentu, begitu juga tumbuhan. Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari secara khusus tentang bentuk-bentuk organ tubuh pada tumbuhan dan fungsinya. Secara umum, organ tubuh tumbuhan terbagi atas 3 bagian utama meliputi, akar, batang, dan daun.














PEMBAHASAN
1.        Jagung
Tanaman jagung memiliki nama latin Zea mays L. merupakan tanaman semusim. Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
Morfologi jagung ialah akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel daun. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol.
Tongkol jagung tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).
2.        Mentimun
Mentimun memiliki nama latin cucumis sativus merupakan suatu jenis tanaman merambat yang buahnya terutama dimakan sebagai lalap dan sayur. Tanaman ini termasuk dalam anggota suku labu-labuan. mentimun diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara. Di negeri itu, mentimun telah ditanam selama 3000 tahun.
Mentimun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah, atau di rumah kaca. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus menerus. Pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara yang tinggi, tanah subur yang gembur, dan mendapat sinar matahari  penuh dengan drainage yang baik.
Mentimun mempunyai sulur dahan berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Sulur mentimun adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan. Bila menyentuh galah misalnya, sulur akan mulai melingkarinya. Dalam 14 jam sulur itu telah melekat kuat pada galah itu. Kira-kira sehari setelah sentuhan pertama sulur mulai bergelung, atau menggulung dari bagian ujung maupun pangkal sulur. Gelung-gelung terbentuk mengelilingi suatu titik di tengah sulur yang disebut titik gelung balik. Dalam 24 jam, sulur telah tergulung ketat.
Batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter. Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. Daun ini bertajuk 3-7 dengan pangkal berbentuk jantung, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Panjangnya 7-18 cm, lebar 7-15 cm, dan warnanya hijau.Bunga tanaman Cucumis sativus ada yang jantan berwarna putih kekuningan dan bunga betinanya berbentuk seperti terompet yang ditutupi oleh bulu-bulu. Tanaman ketimun mempunyai buah yang bulat panjang, tumbuh menggantung, warnanya hijau, berlilin putih dan setelah tua, warnya kuning kotor. Buah ini panjangnya 10-30 cm dan bagian pangkalnya berbintil.
Daging buah mentimu mengandung banyak air yang berwarna putih atau kekuningan. Di dalam buah terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor. Daun dan tangkai Cucumis sativus bisa dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus. Buahnya bisa dimakan mentah, direbus, dikukus, atau disayur. Bisa juga dibuat acar atau dimakan bersama rujak.
3.    Jeruk
Jeruk atau limau adalah tumbuhan berbunga termasuk pada anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak diantara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya.
Tinggi pohon jeruk antara 5-15 meter dan bercabang, cabang yang masih muda bersudut dan berwarna hijau namun lama-kelamaan berubah menjadi bulat dan berwarna hijau tua. Tajuk pohon agak rendah dan tidak beraturan. Batang tanaman kuat, agak bengkok, bergaris tengah 10-30 cm, dan berkulit agak tebal. Kulit bagian luar berwarna coklat kekuning-kuningan, sedangkan bagian dalamnya berwarna kuning.
Daun jeruk berbentuk bulat telur dan berukuran besar, dengan bagian puncak atau ujung tumpul dan bagian tepi hampir rata, serta bagian ujung agak berombak. Letak daun terpencar dengan tangkai daun bersayap lebar, berwarna hijau kekuning-kuningan, dan berbulu agak asam.
4.        Ikan
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)  yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan, biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).
Sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur disebut sirip tunggal atau sirip tidak berpasangan. Sirip dada dan sirip perut disebut sirip berpasangan. Macam-macam sirip ekor dapat dibedakan berdasarkan bentuk sirip tersebut. Bentuk sirip ekor ikan ada yang simetris, apabila lembar sirip ekor bagian dorsal sama besar dan sama bentuk dengan lembar bagian ventral, ada pula bentuk sirip ekor yang asimetris yaitu bentuk kebalikannya.
Bentuk, ukuran dan jumlah sisik ikan dapat memberikan gambaran bagaimana kehidupan ikan tersebut. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam, yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar, sisik sikloid dan stenoid merupakan sisik yang kecil, tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut. Umumnya tipe ikan perenang cepat atau secara terus menerus bergerak pada perairan berarus deras mempunyai tipe sisik yang lembut, sedangkan ikan-ikan yang hidup di perairan yang tenang dan tidak berenang secara terus menerus pada kecepatan tinggi umumnya mempunyai tipe sisik yang kasar. Sisik sikloid berbentuk bulat, pinggiran sisik halus dan rata sementara sisik stenoid mempunyai bentuk seperti sikloid tetapi mempunyai pinggiran yang kasar.
Bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan habitat ikan tersebut. Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan-ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk menyaring plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikan-ikan yang memakan invertebrata kecil mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir yang panjang. Ikan dengan mangsa berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel.
KESIMPULAN
1.        Jagung, Akar jagung tergolong akar serabut dengan batang jagung tegak dan mudah terlihat, daunnya adalah daun sempurna.
2.        Mentimun, batang tanaman ketimun berbulu kasar, basah, dan mempunyai panjang 0,5-2,5 meter. Daunnya merupakan daun tunggal, letaknya berseling, bertangkai panjang, dan bentuknya bulat telur lebar. kulit buah yang di bagian luar lebih tebal dan lebih kaku, ruangan buah selain berisi biji-biji dalam jumlah yang besar masih mempunyai bagian yang kosong.
3.        Jeruk mempunyai pohon yang kecil, perdu. Daun hijau abadi dengan tepi rata, tunggal, permukaan biasanya licin dan agak berminyak.
4.        Ikan, sirip-sirip pada ikan umumnya ada yang berpasangan dan ada yang tidak. Sisik ikan mempunyai bentuk dan ukuran yang beraneka macam, yaitu sisik ganoid merupakan sisik besar dan kasar, sisik sikloid dan stenoid merupakan sisik yang kecil, tipis atau ringan hingga sisik placoid merupakan sisik yang lembut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar