DINAS PERTANIAN : UPAYA PEMENUHAN
KEBUTUHAN (BERAS)
Pemenuhan kebutuhan pangan yang
terus tumbuh selaras dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,36% per tahun
bukanlah pekerjaan mudah, karena diperlukan upaya-upaya peningkatan produksi
beras sejalan dengan kebutuhan yang semakin meningkat tersebut. Berbagai upaya
peningkatan produksi dan produktivitas telah dilakukan antara lain dengan
proyek Water Resources and Irrigation Sector Management Program (WISMP) dan
peningkatan Indek Pertanaman (IP) 400.
Program pengembangan irigasi yang
terfokus pada pemberdayaan kelembagaan irigasi, pembangunan dan atau
rehabilitasi saluran irigasi (primer dan sekunder) pada tahun – tahun sebelumnya, namun hal ini belumlah cukup dan
perlu terobosan di tahun 2009 dan tahun - tahun berikutnya. Salah satu upaya
yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan Indeks Pertanaman Padi 400 (IP
Padi 400) yang merupakan pilihan menjanjikan guna meningkatkan produksi padi
nasional tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi.
Produksi padi nasional pada tahun
2009 mencapai 60,931,912 ton dan capaian ini harus terus ditingkatkan seiring
dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Pemerintah pada tahun 2009
mensyaratkan harus ada pertambahan produksi 5,5 juta ton meliputi 1,5 juta ton beras untuk cadangan nasional, 1-2 juta ton
beras akan diekspor, 3 juta ton beras untuk memenuhi kebutuhan tambahan
penduduk 1,3 persen/tahun dari 220 juta penduduk Indonesia. Untuk memenuhi target produksi tersebut pemerintah
memfokuskan produksi padi di pulau Jawa dan Bali, terutama di propinsi Jawa
Timur.
Menurut data produksi padi di
Propinsi Jawa Timur dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 terus mengalami
peningkatan, tahun 2005 sebesar 9,007,265 ton, 9.346.947 ton pada tahun 2006,
9,402,029 ton tahun 2007 dan tahun 2008 meningkat 11,41 % menjadi 10,474,773
ton. Peningkatan itu tidak terus berlanjut, tetapi pada tahun 2009 mengalami
penurunan produksi 0,5 % menjadi 10,417,164 ton. Kontribusi propinsi Jawa Timur
terhadap produksi padi nasional cukup signifikan, berkisar 16 – 18 % tiap
tahunnya. (Data BPS dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Timur
2010)
Tingkat produksi padi terus
ditingkatkan dengan strategi peningkatan Indek pertanaman, dimana Propinsi Jawa
Timur mempunyai lahan potensial terluas yang dapat dikembangkan strategi
tesebut, yaitu 140.516 hektar. Dengan
potensi lahan yang masih dapat dikembangkan tersebut diharapkan mampu untuk
meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Jawa Timur maupun nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar