Rabu, 25 Juli 2012

tugas Agribisnis Pangan


DINAS PERTANIAN : UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN (BERAS)

Pemenuhan kebutuhan pangan yang terus tumbuh selaras dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,36% per tahun bukanlah pekerjaan mudah, karena diperlukan upaya-upaya peningkatan produksi beras sejalan dengan kebutuhan yang semakin meningkat tersebut. Berbagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas telah dilakukan antara lain dengan proyek Water Resources and Irrigation Sector Management Program (WISMP) dan peningkatan Indek Pertanaman (IP) 400.
Program pengembangan irigasi yang terfokus pada pemberdayaan kelembagaan irigasi, pembangunan dan atau rehabilitasi saluran irigasi (primer dan sekunder)   pada tahun – tahun  sebelumnya, namun hal ini belumlah cukup dan perlu terobosan di tahun 2009 dan tahun - tahun berikutnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan Indeks Pertanaman Padi 400 (IP Padi 400) yang merupakan pilihan menjanjikan guna meningkatkan produksi padi nasional tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi.
Produksi padi nasional pada tahun 2009 mencapai 60,931,912 ton dan capaian ini harus terus ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Pemerintah pada tahun 2009 mensyaratkan harus ada pertambahan produksi 5,5 juta ton meliputi 1,5 juta ton beras untuk cadangan nasional, 1-2 juta ton beras akan diekspor, 3 juta ton beras untuk memenuhi kebutuhan tambahan penduduk 1,3 persen/tahun dari 220 juta penduduk Indonesia. Untuk memenuhi target produksi tersebut pemerintah memfokuskan produksi padi di pulau Jawa dan Bali, terutama di propinsi Jawa Timur.
Menurut data produksi padi di Propinsi Jawa Timur dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 terus mengalami peningkatan, tahun 2005 sebesar 9,007,265 ton, 9.346.947 ton pada tahun 2006, 9,402,029 ton tahun 2007 dan tahun 2008 meningkat 11,41 % menjadi 10,474,773 ton. Peningkatan itu tidak terus berlanjut, tetapi pada tahun 2009 mengalami penurunan produksi 0,5 % menjadi 10,417,164 ton. Kontribusi propinsi Jawa Timur terhadap produksi padi nasional cukup signifikan, berkisar 16 – 18 % tiap tahunnya. (Data BPS dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Timur 2010)
Tingkat produksi padi terus ditingkatkan dengan strategi peningkatan Indek pertanaman, dimana Propinsi Jawa Timur mempunyai lahan potensial terluas yang dapat dikembangkan strategi tesebut, yaitu 140.516 hektar.  Dengan potensi lahan yang masih dapat dikembangkan tersebut diharapkan mampu untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Jawa Timur maupun nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar