Rabu, 25 Juli 2012

PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI SEKTOR AGROINDUSTRI DI JAWA TIMUR


PENGUATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI SEKTOR AGROINDUSTRI DI JAWA TIMUR

Ketahanan pangan merupakan terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup baik dari segi jumlah dan mutunya, aman, merata dan terjangkau. Ada tiga aspek yang harus di penuhi   dalam mewujudkan ketahanan pangan.
1.      Ketersediaan pangan yang cukup untuk seluruh penduduk.
2.      Distribusi atau pasokan pangan merata ke seluruh wilayah, harga stabil dan terjangkau, sehingga rumah tangga mampu mengakses cukup pangan.
3.      Konsumsi atau pola konsumsi sesuai kaidah gizi dan kesehatan (jumlah, mutu, gizi, aman, sesuai preferensi). Individu memperoleh cukup gizi untuk tumbuh, sehat dan produktif.
Ketahanan pangan dapat di wujudkan dengan memanfaatkan sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal. Mengingat pangan juga merupakan komoditas ekonomi, maka pembangunannya dikaitkan dengan peluang pasar dan peningkatan daya saing, yang dibentuk dari keunggulan spesifik lokasi, keunggulan kualitas serta efisiensi dengan penerapan teknologi inovatif. Sehingga strategi ketahanan pangan yang diambil yaitu melalui sektor agroindustri, maka diperlukan analisis mengenai sektor unggulan di Jawa Timur menggunakan analisis keterkaitan antar sektor. Keterkaitan antara industri itu sendiri dapat dikategorikan dalam dua hal: Yang pertama adalah keterkaitan ke depan atau derajat kepekaan (degree of sensitivity), dan kedua adalah keterkaitan kebelakang atau daya  penyebaran (power of dispersion).
Derajat kepekaan merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan suatu sektor ekonomi yang menimbulkan perubahan output sektor-sektor lain yang menggunakan output dari sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan daya penyebaran adalah efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena peningkatan output sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa sektor industri makanan lainnya di Jawa Timur menjadi prioritas nomor 1 untuk dikembangkan dalam perekonomian di Jawa Timur, sehingga nantinya akan mampu memperkuat ketahanan pangan. Tiga agroindustri lainnya yaitu Industri pengolahan dan pengawetan makanan, Industri gula, dan Industri penggilingan padi menjadi prioritas kedua untuk dikembangkan di Jawa Timur. Sedangkan ke empat sektor industri lainnya hanya mampu untuk menjadi prioritas nomor 4, karena indeks daya penyebaran dan indeks derajat kepekaannya kurang dari satu.
Dari hasil analisis dapat diketahui sektor agroindustri yang dapat berpotensi untuk dijadikan prioritas dalam usaha mencapai ketahanan pangan di Jawa Timur hanya sektor agroindustri makanan lainnya dengan indeks daya penyebaran sebesar 1.08891050 dan indeks derajat kepekaan sebesar 1.24967215. Indeks derajat kepekaan dan indeks daya penyebaran industri makanan lainnya yang lebih besar dari satu, membuktikan bahwa sektor tersebut mampu mendorong perkembangan indutri-industri yang menggunakan outputnya dan menarik perkembangan sektor-sektor yang menjadi inputnya dalam perekonomian di Jawa Timur, dengan demikian Agroindustri tersebut termasuk dalam sektor unggulan yang menjadi prioritas utama untuk dikembangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar